Monday, May 25, 2009

Let’s talk about dreams..

waktu gue kecil, gue seneng bgt ngeliat pasangan, entah itu pacaran atau pasangan suami istri yang ada di sekeliling gue.. seriously, tanpa mereka sadari gue selalu memperhatikan mereka loh. Hehehe maybe you would think "ihh si putri kecil – kecil udh genittt.." tp terserah yang pasti senyum gue selalu lahir ketika gue melihat pasangan yang saling mencintai…

di rumah, gue ngeliat nyokap bokap gue ga pernah gengsi atau malu mengungkap rasa sayang yang mereka punya, itu semua membawa keunikan tersendiri di keluarga gue karna gue tau keterbukaan yang mereka perlihatan ke anak – anaknya adalah suatu didikan agar kita menjadi seorang yang lovable dan melindungi orang yang kita sayang.

Ketika gue beranjak remaja gue adalah remaja yang betah banget untuk menghabiskan waktu di kamar, gue nyebut kebiasaan gue itu dengan istilah “ngerem”. Ntahlah gue merasa kamar adalah ruangan pribadi yang ngebuat gue bebas berekspresi, mau nangis, teriak – teriak, marah – marah, sampe menghayal… ngomong – ngomong tentang hayal, daya hayal, hayalan, berhayal dan menghayal.. gue adalah remaja yang penuh dengan hayalan, I’m a daydreamer…

Tapi daya hayal gue masi sebatas hal – hal yang realistis atau dengan kata lain gue ga pernah berhayal tentang “klo gue jd alien gmn yaaa…?” hehehehe, yup gue berhayal tentang hal – hal yang ada disekeliling gue.. seperti… hayalan gue jd seorang presenter, hihi, hayalan gue jd seorang artis… sampe hayalan gue bisa jadi cewe kaka kelas yang berwajah bule nan tampan saat itu, hahahahaha it’s so silly! Tp gue ngerasa fun dengan hobby gue itu….

Sampe pada suatu hari ketika gue duduk dibangku SMA yang which is katanya masa – masa itu adalah masa – masa transisi remaja ke dewasa… gue pernah berhayal tentang KELUARGA!

Awalnya hayalan itu muncul ketika pulang sekolah gue menyaksikan 1 keluarga kecil bahagia, let’s say keluarga KB, kelurga dengan 2 anak. Keluarga KB tersebut sepertinya hendak pergi berlibur dan pada saat itu sedang berhenti sebentar ke sebuah mall, mereka parkir tepat di depan sekolah gue, (FYI sekolah gue itu adalah sekolah dipusat kota dekat mall yang pada saat itu adalah mall paling baru di bogor, hehe) gue memperhatikan mereka dari gerbang sekolah, gue mempunyai banyak waktu untuk memperhatikan karna pada saat itu gue sedang menunggu pacar gue (waktu itu) yang masih ada di dalam sekolah. Gue melihat di dalam mobil kijang kapsul sgx yang penuh sesak dengan barang (bahkan ada barang yang di taruh di atas mobil dan di ikat dengan tali tambang sebagai penguat) terdapat si papa si mama dengan 2 anak. Mereka menepikan mobilnya tepat dihadapan gue yang sedang duduk di pinggiran tembok gerbang sekolah. Pada saat itu terlihat mereka sangat bergembira, terlihat senyum simpul si papa kepada anaknya yang sedang berusaha menjaili si papa dari bangku belakang sedangkan si mama dengan sun glasses-nya sibuk dengan ponsel di tangan kanannya. Tak lama berselang gue melihat si mama turun sendirian, dibuka buka lah pintu mobil oleh si mama… dia bertanya.. “ok cuma itu aja ya pesenannya…?” kemudian si papa menjawab dengan sedikit berteriak karena si mama sudah berdiri di luar pintu mobil wlpun pintu mobil blm di tutup… “hmm tambah pocari sweat deh ma…” setelah itu terdengar jeritan lumayan keras dari belakang.. “ma, jangan lupa permen…” kemudian disusul jeritan yang lain.. “ma, aku mau ikut, aku ikut…” kemudian si mama menjawab dengan lembut.. “mama ga lama ko, biar cepet yah kamu sama papa & kakak tunggu dimobil sebentar, ntr mama beliin permen sma coklat…” kemudian teriakan itu kembali terdengar… “haaaahh mama aku mau ikut mama…” kemudian di dalam mobil si papa berusaha menenangkan anaknya.. ditutuplah pintu mobil oleh si mama, kemudian si mama berlalu menuju mall..

Dari luar gue memperhatikan si anak tidak kunjung juga merasa tenang, malah terlihat makin menjadi – jadi, si papa terlihat berusaha keras untuk mengalihkan perhatian si anak agar lupa dengan keinginannya, tp ternyata usaha si ayah tersebut bukannya membuat keadaan makin baik tp malah membuat si anak menangis meraung – raung.. kepanikan terlihat di wajah si papa.. kemudian dengan sigap si papa mengangkat si anak ke bangku supir duduk dipakuan nya… dan berusaha memainkan boneka – boneka yang ada di dashboard mobil tersebut… tp lagi – lagi usaha tersebut tidak berhasil.. kemudian si papa memutuskan untuk mengendong anak tersebut keluar mobil. Anak tersebut masih menangis meraung raung memangil si mama…. Si papa terus berusaha menenangkan si anak dengan cara bermacam – macam dari mulai menunjuk mobil – mobil yang sedang berjalan dengan membisikan kata-kata ditelinga si anak, memberikan cerita – cerita lucu ambil sedikit menggoyang –goyangkan badan si anak yang sedang di gendongnya, sampai memetik bunga yang ada di sekitar parkiran yang kemudian di berikan kepada si anak. Rupanya usaha yang terakhir itu yang bisa menarik perhatian si anak dan membuat keadaan menjadi tenang, dengan sedikit masih terisak anak tersebut memegang bunga dengan tidak sedikitpun mengedipkan mata menatap bunga itu, mungkin krn bentuknya yang tiak biasa serta warnanya yang merah menyala membuat si anak merasa melihat barang baru yang tak pernah diliat, kemudian si papa menempelkan bunga itu di sela telinga kanannya, terlihat wajah kelegaan yang terpancar di wajah si papa, si anakpun terlihat tersenyum bahagia walpun dengan hidung dan mata yang merah….. tak lama, si mama datang dengan membawa 2 plastik belanjaan, terlihat oleh gue dari plastic putih yang transparan itu si mama membeli banyak sekali minuman dan makanan ringan, si mama kemudian menghampiri si papa dan si anak yang masi berada digendongan, di ciumnya si anak oleh si mama, si anak pun tersenyum manis dan berusaha memamerkan bunga yang ada di telinga kanannya, tidak terlihat seperti telah terjadi kehebohan… mereka semua terlihat bahagia dan akhirnya masuk kedalam mobil secara bersama – sama kemudian mereka berlaju hilang dari pandangan gue….


Gue terdiam, berusaha mulai menerjemahkan semua kejadian yang baru saja gue liat, sesampainya gue dirumah gue masuk kamar, dan gue melakukan ritual ngerem…

Yeah, that’s call family! Ada ayah, ibu, anak, konflik….

And how about my family? Apakah nanti gue punya keluaraga bahagia, ato…? Terus siapa suami gue? Anak gue berapa? Gue tinggal dimana…? Dan sederet pertanyaan lainnya yang menusuk – nusuk pikiran gue.

Siapa suami gue…? Bayangan gue langsung terarah pada sesosok manusia tampan bernama Nicholas Saputra. Oh damn, what a cool man! Plus mata tajam nya yang misterius, bikin gue pada saat itu klepek – klepek! Oh my…. hah gue tau itu terlalu ngawur, tp saat itu udah terlihat jelas dong klo gue mengharapkan nanti suami gue itu harus ganteng dan cool!

Gue pengen punya anak 11, can you imagine that? Hahaha ini ga main – main loh, gue sampe udah ngelist nama kesebelas anak gue itu… hehehehe gila yaa? Kenapa gue pengen punya anak 11 saat itu? karena gue terinspirasi dengan Bola, yup… gue pengen punya keseblasan sendiri, hahaha tp alasan yang paling utama sih karena gue adalah typical cewe yang suka anak kecil dan pengen punya rumah yang rame.. ya memang typical keluarga sunda sekali, tp ya itulah pemikiran gue pada saat itu…

Gue pengen tinggal dirumah yang besar dan berhalaman luasssssssssss….! Karena obsesi punya keseblasan bola itu juga kali yaaa??? jd harus punya lapangan sendiri… hahahaha pokoknya diotak gue udah tergambar dengan jelas gimana rumah idaman gue yang besar luas dan dingin dengan pohon – pohon dihalaman.


*

Seiring berjalannya waktu hingga sampai diumur gue yang 22 tahun ini… hayalan tentang keluarga kembali muncul…

Ketika gue mengingat kembali hayalan gue dulu tentang kelurga gue kelak, tak tahan gue manahan tawa… Gila yaaaa, mungkin saat itu gue sinting kali ya, pengen punya anak sebelas, rumah besar, cowo super ganteng hahahahaha

Dengen pemikiran gue yang sudah mulai matang gue cuma bisa tersenyum dan mengeleng – gelengkan kepala, how come gue bisa ngayal segila itu dulu.. hahahaha

Sekarang kejadian keluarga KB dulu dapat gue terjemahkan dengan sangat berbeda… karena gue tau menikah dan berkelurga adalah bukan cuma urusan ayah, ibu dan konflik tapi 1000 kali lebih complex dari 3 kata itu… apalgi seiring berjalanya waktu zaman berubah, kebutuhan hidup meningkat, serta harapan dan impian pun juga ikut berubah…

Dan kemudian gue berhayal…

Keluarga impian gue adalah, kelurga kecil yang bahagia… di dalamnya ada sesosok lelaki tegap dan gagah serta 2/3 anak yang lucu.

Suami impian gue adalah suami yang dapat bertanggung jawab, tulus sayang dan cinta kepada istri dan anaknya, dapat melindungi istri dan anak di setiap keadaan, bersyukur dan bangga mempunyai istri dan anak seperti gue dan anak kita nanti. Urusan fisik yang dulu menjadi no 1 dan harga mati harus ganteng turun drastis ke no sekian…. Bukan menjadi suatu prioritas lagi. Karena depends on pengalaman, cowo ganteng cuma bisa nyakitin aja cin, makan hati….. hahahahaha

Rumah idaman gue adalah rumah mungil dengan struktur bangunan minimalis, serta halaman yang cukup. Pokoknya gue pengen punya rumah yang gampang buat kita semua ngumpul, dlam artian klo gue teriak dari ruang tv.. suara gue itu bisa terdengar sampai kesemua ruangan, hahahahaha

Gue pengen punya 2/3 anak yang lucu. Klo boleh meminta sama yang diatas gue pengen punya anak pertama itu cowo dan sisanya cewe, pokonya gue pengen punya anak sepasang cowo cewe, tp anak pertama pengen cowo, hehehe knp? Karena gue sebagai perempuan pengen punya anak cowo pertama yang bisa melindungi keluarga , mamanya, adik-adiknya.. and I swear I will treat him to become a real good man sedangkan anak cewe sebagai temen mamanya dikala suka dan duka. Pokoknya insya Allah gue pengen mendidik anak gue sebaik mungkin, gue pengen antara gue dan anak – anak gue nanti ga ada GAP, dalam artian mereka tetep harus menghormati gue dan papanya sebagai org tua tp mereka juga ga ada perasaan takut atau malu untuk bercerita masalah pribadi mereka, gue pengen bisa jadi org tua sekaligus temen bahkan sahabat buat mereka.

What a perfect life, isn’t it?

Well terkadang gue berfikir, arti dari kesuksesan hidup yang sebenarnya itu apa sih? Ketika kita sudah mencapai titik apa sudah bisa dikatakan sukses..? jawabannya adalah relative…

Semua punya target yang berbeda – beda, semua punya mimpi yang berbeda – beda semua punya cita – cita yang berbeda – beda… tapi gue yakin semua yang beda itu akan diakhiri dengan 1 harapan dan tujuan yang sama, yaitu mempunyai keluarga yang sempurna.

*

Dan sekarang gue terdiam, berusaha menutup mata…. Hanya ada satu harapan yang ada di dalam dada, Ya Allah mudah – mudahan mimpi ini, hayalan ini, semua keindahan ini dapat engkau kabulkan hingga dapat berwujud nyata pada waktunya nanti… Amin…

0 comments: